fbpx

Kisah Umar bin Khattab - Berbuat baik kerana Allah

Kisah Umar bin khattab  Berbuat Baik Karena Alloh

Ketika sedang berkeliling Kota Madinah pada malam hari, Umar bin Khattab RA yang ketika itu menjabat sebagai amirul mukminin melihat seorang lelaki tampak gelisah duduk di teras depan rumah yang tidak terurus. Tiba-tiba ia mendengar suara perempuan merintih-rintih di dalam rumah itu. Rasa penasaran memberanikan dirinya bertanya kepada laki-laki itu, “Saudaraku, mengapa kau begitu murung? Siapa yang sedang merintih itu?”

 

Mendengar pertanyaan Umar, laki-laki itu merasa tidak senang. “Hai laki-laki asing, apa pedulinya kau bertanya itu kepadaku. Enyahlah kau dan menjauh dari sisiku,” hardik laki-laki itu. Mendengar jawaban yang kasar tentu saja Umar terkejut. Namun, ia berusaha lebih ramah lagi untuk menyapa laki-laki yang sedang bingung itu, “Saudaraku, siapa tahu aku bisa membantu tentang kesusahanmu.”

“Apa, membantuku. Hai orang asing, jangan pernah kau mengolok olok diriku. Mestinya bukan kau yang akan membantuku, tetapi amirul mukminin. Bukankah amirul mukminin penanggungjawab bagi semua orang muslim,” kata lelaki itu dengan nada suara yang semakin tinggi.

Sahabat Nabi Muhammad ini tetap tidak menyerah, ia berbicara lagi pada lelaki itu, “Saudaraku, maafkanlah amirul mukminin karena ia tidak mengetahui keadaanmu.” Lelaki itu menjawab, “Kalau ia tidak mengetahui umatnya, lalu apa yang dikerjakannya sehari-hari?”

Kisah Umar bin khattab – Mendengar perkataan lelaki tersebut, tentu saja Umar sangat sedih. Ia segera membalikkan tubuhnya dan bergegas membuka isi bekalnya yang berisi tiga potong roti bakar. “Maukah kau makan bersama-sama roti bakar ini,” pinta lJmar. Lakilaki itu pun mengangguk.

Umar dan lelaki itu mulai memakan roti itu sambil berbincang-bincang. Lelaki itu terlihat memakan lahap roti yang diberikan Umar. Saat tengah menyantap roti dari tangannya, umar bertanya kembali pada laki-laki itu, “Siapakah perempuan yang merintih itul” Dengan acuh tak acuh ia menjawab, “Istriku yang akan melahirkan. Aku bingung karena aku tidak memiliki biaya persalinannya.”

Jawaban yang keluar dari mulut lelaki tersebut menggetarkan hati Umar. Ia pun bergegas meninggalkannya. “Tentu saja kau akan cepat pergi setelah tahu kesusahan orang lain,” gerutu lelaki itu pada Umar.

Tidak berapa lama, Umar datang kembali bersama seorang perempuan cantik sambil memberi salam, “Assalamu’alaikum, wahai saudaraku, istriku akan membantu persalinan istrimu. Izinkanlah ia masuk.” Lelaki itu mengangguk tanda setuju.

Setelah istri Umar masuk, Umar dan laki-laki itu menghabiskan potongan roti bakar yang masih tersisa sambil bercengkerama. Tiba-tiba dari dalam rumah terdengar suara istri Umar berteriak, “suamiku amirul mukminin, alhamdulillah ibu dan anaknya dalam keadaan sehat karena Allah Maha Melindungi. Mudah-mudahaan bayi ini kelak menjadi orang yang berbakti kepada kedua orangtuanya.”

Mendengar istri Umar memanggil dengan sebutan amirul mukminin, laki-laki di samping Umar terkejut dan berbicara dengan suara terbata-bata, “Apakah Anda amirul mukminin?” Alangkah celakanya diriku karena telah meremehkan Anda.” Sambil tersenyum Umar berkata, “Manusia adalah rempat khilaf, tidak terkecuali diriku. Aku ingin membantu karena Allah.”

Hikmah Kisah Umar bin khattab

Pada Kisah Umar bin khattab  di atas kita bisa mengambil hikmah yaitu Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Seperti yang dilakukan Umar bin Khattab yang begitu cekatan ketika melihat seorang butuh pertolongan. Umar juga tidak pernah sakit hati, apalagi mengharapkan balasan atas apa yang diperbuatnya, karena Umar merupakan pemimpin yang berhati mulia, bertanggung jawab pada umatnya, dan bertaqwa kepada Alloh. Semoga kita dapat menelani sifat sifat mulia dari salah satu sabahat nabi Muhammad ini. Aamiin.

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen

Kisah Nabi Yusya AS menahan matahari dari terbenam

Sewaktu Nabi Musa AS ditugaskan sebagai seorang rasul untuk menyebarkan agama Allah dan diturunkan suhuf (lembaran kitab-kitab kecil) berupa Taurat, baginda juga sentiasa ditemani oleh seorang murid iaitu Yusya’ Bin Nun yang juga merupakan seorang nabi.

Setelah Nabi Musa AS wafat, kepimpinan Bani Isra’il telah diserahkan kepada Nabi Yusya’ untuk diambil alih. Walaupun nama Yusya Bin Nun ini tidak dinyatakan di dalam Al-Qur’an secara langsung, namun kisahnya sebagai murid atau pembantu kepada Nabi Musa AS disebut oleh Allah SWT di dalam ayat Qur’an yang berikut:

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.

[Surah Al-Kahfi Ayat 60]

Nabi Muhammad SAW juga telah menyebut nama Nabi Yusya AS sebagai murid atau pembantu kepada Nabi Musa AS di dalam Sahih Al-Bukhari 3/124 dan juga 55/613.

makan nabi yusya 2

Di bawah pimpinan Nabi Yusya, Bani Isra’il telah berjaya mencapai kemenangan dan kembali ke tanah suci (Baitulmuqaddis). Hal ini tidak terjadi semasa waktu Nabi Musa AS atau Nabi Harun AS. Nabi Muhammad SAW telah memberitahu bayangan mengapa kemenangan ini ditangguh dengan bersabda :

“Tiada seorang pun dari penyembah anak lembu akan memasuki Baitulmuqaddis”

Keturunan Bani Isra’il ketika itu keluar dari Mesir sebagai hamba dan tidak mempunyai kekuatan untuk berperang. Allah menjadikan mereka sebagai pelarian selama 40 tahun sehinggalah semua generasi penyembah berhala itu sudah tiada.

makam nabi yusya 3

Allah berfirman lagi:

“(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu”.

[Surah Al-Ma’idah ayat 26]

Walaupun Nabi Musa AS seorang utusan yang hebat diturunkan kepada Bani Isra’il dan baginda berusaha keras membimbing kaumnya namun Allah tidak memberikan Nabi Musa AS kemenangan sebaliknya diberikan kepada Nabi Yusya AS.

Di bawah pimpinannya, Nabi Yusya telah menghantar kaum Bani Isra’il untuk menyerang kota Baitulmuqaddis namun beliau tidak mementingkan jumlah pasukan yang besar dalam menghadapi musuh.

makam nabi yusya

Nabi Yusya lebih memberi perhatian terhadap kualiti pasukan perangnya. Beliau telah mengasingkan tenteranya dari mereka yang hatinya terikat dengan urusan dunia.

Perperangan yang berlaku itu jatuh pada hari Jumaat. Mereka berperang sehingga hari hampir petang dan belum juga selesai sedangkan Allah melarang berperang pada hari Sabtu.

Rasulullah SAW bersabda:

“Salah seorang Nabi telah berperang. Dia berkata kepada kaumnya, ‘Jangan mengikutiku orang yang menikahi wanita sementara dia hendak membina rumah tangga dengannya namun belum sempat, dan tidak juga mereka yang membina rumah tapi belum siap atapnya, dan tidak pula mereka yang membeli kambing atau unta betina bunting sementara dia menunggu kelahirannya.””Lalu Nabi itu menuju ke sebuah perkampungan ketika hampir waktu Asar. Maka dia berkata kepada matahari, “Sesungguhnya kamu diperintahkan dan aku pun diperintahkan. Ya Allah, tahanlah matahari untuk kami.” Maka Allah menahan matahari sehingga mereka menang.

[Sahih Muslim 19/4327]

matahari terbenam

Kita ketahui bahawa nabi yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW ialah Yusya Bin Nun seperti hadis yang berikut:

“Matahari tidak pernah berhenti untuk mana-mana manusia sekalipun kecuali Yusya ketika dia menakluki Baitulmuqaddis”

[HS Imam Ahmad]

Setelah berjaya menang, Nabi Yusya AS meminta agar semua harta rampasan perang dikumpulkan untuk dibakar oleh api dari langit. Ini kerana Allah SWT tidak menghalalkan harta rampasan perang bagi umat manapun sebelum Nabi Muhammad SAW.

Harta rampasan perang dikumpulkan, api pun turun dari langit tetapi tidak membakar apa pun. Ini bermakna Allah tidak redha dengan pengorbanan mereka.

rampasan perang

Maka Nabi Yusya AS berkata, “Di antara kalian ada yang mencuri harta rampasan perang.” Untuk membongkarnya Nabi Yusya AS menyuruh setiap kabilah mewakilkan satu orang untuk membaiatnya (menyentuhnya).

Jika tangan Nabi Yusya melekat pada wakil kabilah itu, ini bermakna mereka telah mencuri harta rampasan perang itu tadi. Apabila dilakukan hal demikian maka terbongkarlah beberapa kabilah yang mengambil kesempatan.

Mereka akhirnya menyerahkan semula harta yang dicuri termasuk sebongkah emas berbentuk kepala lembu. Akhirnya turun api dari langit dan membakar kesemua harta rampasan perang itu.

[Kitab Sahih al-Qisas an-Nabawiy – Syeikh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar]

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen

Nabi Musa menyeberangi Laut Merah

Nabi Musa menyeberangi Laut Merah ada diceritakan dalam Kitab Keluaran 13:17-14:29 . Kisah ini juga disebutkan dalam Al-Quran Surah 26: Al-Shu’ara ayat 60-67. Ketika itu Bani Israel meninggalkan Mesir dan mengembara ke padang gurun . Allah memerintahkan Nabi Musa dan Bani Israel keluar dari perhambaan di Mesir dan pergi ke tanah Kanaan / Palestin yang telah dijanjikan kepada mereka . Allah memerintahkan mereka keluar pada waktu malam . Mulanya Firaun membenarkan mereka keluar kerana kumpulan ini kecil sahaja. Sungguhpun begitu Bani Israel mendatangkan kemarahan Firaun.

Tetapi kemudian, ketika matahari terbit, Firaun mengejar Bani Israel ini dengan kereta hingga ke Laut Merah. Pengikut Nabi Musa berasa sangsi kerana Firaun mengejar mereka dari belakang dan pastilah mereka akan ditawan. Namun Nabi Musa menyatakan bahawa sesungguhnya Allah bersamaku dan memberi petunjuk kepadaku.

Lalu Nabi Musa mengangkat tongkat seraya berdoa dan memukul air laut. Terjadilah ombak besar seperti gunung. Air Laut Merah melambung tinggi, terbahagi kepada dua dan rombongan Nabi Musa berjaya menyeberangi laut itu dengan selamat. Raja Firaun dan bala tenteranya menyusul dari belakang tetapi terperangkap kerana air laut kembali bertaut. Firaun dan tenteranya terbunuh akibat lemas.

Namun dalam Al-Quran, Allah menjanjikan mayat Firaun kekal hingga kini untuk djadikan bahan pedoman bagi manusia yang tinggal di bumi kini. Perkataan dari Al-Quran ternyata benar, suatu aktiviti arkeologi yang dianggotai pakar kaji purba dan penduduk Mesir telah menjumpai mayatnya, dimumiakan, dikebumikan dan kini dipamerkan di Muzium Mesir. (Al Quran:26:60-67).[1]Namun jika dilihat pada logiknya, mayat Firaun yang tenggelam di dalam laut, tidak akan ditemui.

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen

Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha – Para Wanita terpotong tangannya.

Allah Yang Maha kuasa menguatkan Nabi Yusuf as di muka bumi. Setelah dibuang disumur dan dijual di pasar ia kemudian tinggal di rumah seorang pria yang berkuasa dan Allah SWT akan mengajarinya takwil mimpi. Hari demi hari berlalu. Nabi Yusuf as pun semakin tumbuh menjadi dewasa.  Nabi Yusus as oleh Allah diberi kemampuan untuk mengendalikan suatu masalah dan ia diberi pengetahuan tentang kehidupan dan peristiwa peristiwanya. Ia juga diberi kemampuan berdialog yang dapat menarik simpati orang yang mendengarnya. Nabi Yusuf as diberi kemuliaan sehingga ia menjadi pribadi yang agung dan tak tertandingi.  Tuannya mengetahui bahwa Allah SWT memuliakannya dengan mengiim Nabi Yusuf as padanya. Ia mengetahui bahwa Nabi Yusuf memiliki kejujuran, kemuliaan, dan istiqamah (keteguhan) lebih dari siapaun yang  pernah ia temui dalam selama hidupnya. Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha

Sementara itu, Zulaikha atau isteri  Al-Azis selalu mengaawasi Nabi Yusuf as. Ia duduk disampingnya dan berbincang-bincang bersamanya. Ia mengamati kejernihan mata Nabi Yusuf as. Lalu ia bertanya kepadanya dan mendengarkan jawaban dan Nabi Yusuf as. Akhirnya, kekagumannya semakin bertambah pada Nabi Yusuf as.

Al Qur an tidak menyebut sedikit pun tentang berapa usia wanita itu dan berapa usia Yusuf. Kita dapat mengamati hal itu hanya dengan perkiraan. Ia menghadirkan Yusuf saat beliau masih kecil dari sumur. Dia adalah seorang isteri yang misalnya berusia dua puluh tiga tahun, lalu ia berusia tiga puluh enam, sementara Yusuf  berumur dua puluh lima tahun. Apakah peristiwa itu memang terjadi di usia ini? Boleh jadi memang demikian. Tidakan wanita itu dalam peristiwa itu dan peristiwa sesudahnya menunjukkan bahwa ia wanira yang sudah matang dan cukup berani. Peristiwa yang diungkapkan oleh Al Qur an al kami ini merupakan puncak dari perisitwa peristiwa yang lalu.

Zulaikha jatuh cinta pada Nabi Yusuf

Zulaikah sang isteri Al Azis sangat mencintai Nabi Yusuf as. Ia merayunya dengan  terang terangan. Nabi Yusuf as yang telah terdiidik di istana seorang menteri besar di mesir dengan lingkungan yang mewah dan dikelilingi wanita yang cantik, di rayu oleh Zulaika dengan rayuan yang umumnya dilakukan oleh wanita pada laki-laki.

Meskipun telah dirayu oleh wanita yang sudah dirasuki nafsu, namun Nabi Yusuf as masih kuat ketaqwaannya. Sang wanita itu bosan karena sikap cuek dan tidak peduli Nabi Yusuf terhadapnya namun menganggap sikap Nabi Yusuf tersebut pura pura, atau menjaga image saja. Ia pun mengubah cara menggoda bukan lagi dengan bahasa isyarat, namun dengan menggoda yang lebih terang terangan. Wanita itu menutup semua pintu dan melupakan rasa malunya, kemudian ia mengunggapkan rasa cintanya Nabi Yusuf as.

 Nabi Yusuf as merupakan salah satu hamba Alla yang ikhlas, maka ia akan tersucikan dari berbagai dosa. Namun bukan berarti bahwa Nabi Yusuf as tidak memiliki nafsi sebagai seorang lelaki dan selain itu bahwa Nabi Yusuf bukan seperti malaikat yang tidak terpengaruh oleh rasa duniawi. Godaan dari wanita itu merupakan godaan yang cukup berat, namun beliu mampu untuk melawannya, karena jiwanya tidak cenderung pada nafsunya.  Kemuan atas izin Allah, jiwanya dibimbing dan ditenangkan karena ketakwaannya yang mampu melihat tanda-tanda kebenaran dari Tuhannya. Apalagi Nabi Yusuf as adalah putera Nabi Ya’qub as, seorang Nabi, Putera dari Ibhraim, yang merupakan kakek dari para Nabi dan kekasih Allah SWT.

Terjadilan pergelutan antara mereka berdua. Percakapan telah berubah dari basa lisan menuju bahasa tangan. Zulaikha  mengulurkan tangannya kepada Yusuf dan berusaha untuk memeluknya. Nabi Yusus as berputar dalam keadaan pucat wajahnya dan berlari menuju ke pintu. Lalu ia dikejar oleh wanita itu dan wanita itu menarik-narik pakaiannya. Keduanya sampai ke pintu. Namun tiba tiba itu terbuka, suaminya dan salah satu kerabatnya ada di muka pintu yang terbuka itu.

Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha

Setelah melihat suaminya ada di hadapannya, ia segera menggunakan kelicikannya. Saat itu tampak jelas bahwa sedang terjadi pergelutan. Nabi Yusuf as tampak gemetar dengan penuh rasa malu dan butiran-butiran keringat mengalir dari keningnya. Sebelum suaminya membuka mulut untuk memulai pembicaraan, wanita yang sebelumnya merayu Nabi Yusuf as itu mendahului berbicara dengan melontarkan tuduhan kepada Nabi Yusuf as, seperti yang diterangkan dalam Al Qur’an berikut ini :

 “Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata : “apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih” (Qs : 12 : 25)

 Wanita itu menuduh Nabi Yusuf as telah merayunya. Ia mengatakan bahwa Yusuf berusaha memperkosanya. Nabi Yusuf asmemandangi wanita itu dengan kepolosan dan kesabaran.  Sebenarnya Nabi Yusuf as berusaha menyembunyikan rahasia wanita itu namun ketika ia mulai menuduh Nabi Yusuf as terpaksa membela diri.

 Yusuf berkata : “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)” dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksian : “Jika baju gamis koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusata. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itu yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar” (Qs 12 : 26 – 27)

Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha – Kini giliran si suami menunjukkan reaksinya. Kami kira ia berkata : “Pelankanlah suara kalian berdua. Sesungguhnya di rumah ini terdapat banyak budak dan pembantu. Ini adalah masalah khusus”. Kepala menteri itu adalah seorang tua yang terkan tenang dan tidak gampang emosi. Kemudian kepala menteri itu duduk dan mulai mengusut kejadian itu. Ia bertanya kepada isterinya dan juga bertanya kepada Yusuf. Kemudian orang yang ada di dekat wanita itu berkata : “Sesungguhnya kunci persoalan ini terletak pada pakaian Yusuf. Jika pakaiannya robek dari depan, maka berati Yusuf memang ingin memperkosanya. Wanita itu akan merobek pakaian Yusuf untuk mempertahankan dirinya”

 Si suami berkata : “Lalu bagaimana jika pakaiannya robek dari belakang”. Seorang penengah dari keluargannya berkata : “Maka ini berarti wanita itu yang merayunya. Jadi kunci dari peristiwa ini ada pada pakaian Yusuf”. Akhirnya, pakaian itu berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Kemudian seorang penengah dari keluarga mengamati robek dari belakang. Selanjutnya, kepala menteri itu pun melihatnya dan ia juga menemui bahwa pakaian itu robek dari belakang. Sehingga secara langsung tuduhan itu malah berbalik kepada si isteri.

 Ketika sang suami memastikan penghianatan isterinya, ia tampak begitu tenang dan tidak menunjukkan emosi yang berlebihan seperti kebanyakan orang, bahkan ia tidak sampai berteriak dan tidak marah. Jabatan menteri yang disandangnya memaksa untuk bersikap penuh ketenangan dan kelembutan ketika menghadapi suatu persoalan.

 “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar”. Ia menegaskan bahwa tipu daya perempuan umumnya sangat besar (berbahaya).

 Kemudian ia menoleh pada Nabi Yusuf as, dan kemudian si suami merasa bahwa ia belum mengatatakan sesuatu pun kepada isterinya selain pertanyaan yang berhubungan dengan tipu daya kaum wanita secara umum. Ia ingin berkata kepada isterinya tentang sesuatu yang khusus. Ia berusaha untuk bersikap keras pada isterinya tetapi kekerasan itu berakhir dengan kelembutan yang terwujud dalam ucapannya :

 “(hai) Yusuf : “Berpalinglah dari masalah ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah”

 Setelah pernyataan yang pertama dan nasihat yang terakhir, si suami mengakhiri masalah tersebut, lalu Nabi Yusuf as pun pergi. Tuan rumah itu tidak meminta perincian peristiwa yang terjadi antara iserinya dan pemuda yang mengabdi kepadanya. Yang ia minta adalah agar pembicaraan itu ditutup sampai di sini saja.

 Kisah para wanita terpotong tangannya ketika melihat nabi yusuf as

 Masalah mengenai isteri menteri yang menggoda Yusuf  ternyata tidak bisa ditutup untuk kalangan terbatas. Meskipun terjadi di kalangan masyarakat yang terpandang tidak dapat begitu saja ditutup. Sehingga masalah yang niatnya tidak untuk diketahui orang banyak itu tersebar ke mana-mana. Peristiwa itu tersebar dari satu istana ke istana istana penguasa saa itu. Kemudian wanita-wanita yang tinggal di istana itu mulai ram-ramai menjadikan bahan pembicaraan. Beberapa saat kemudian kejadian itupun tersebar ke penjuru kota.

 Sehingga pada akhirnya berita tersebut pindah dari satu mulu ke mulut lainnya, dari satu rumah ke rumah lainnya sehingga sampailah berita yang memalukan itu sampai di terlinga isteri Al Azis atau menteri. Ia pun ingin membuat pembelaan diri dengan mengundang para isteri-isteri pembesar lainnya untuk datang ke rumahnya, untuk dijamu dengan makanan dan minuman.

 Isteri AL Aziz yang sebelumnya pernah menggoda Nabi Yusuf ini terdiam sebentar, seperti sedang berfikir. Kemudian ia menetapkan sesuatu dan memerintahkan untuk mendatagkan para juru masak. Para juru masak pun datang ke istana. Ia membertahu kepada mereka bahwa ia akan menyiapakan suatu jamian besar di istana. Ia telah menentukan berbagai macam hidangan dan minumannya. Kemudian ia memerintahkan agar meletakkan pisau pisau yang tajam di sebelah buah apel yang dihidangkan, dan juga diletakkan kain putih di sebelah wadah atau piring-piring yang ada ada apelnya, juga diletakkan batal-bantal yang memang ketika itu menjadi tradisi di masyarakat timur. Selanjutnya ia membuat undangan untuk para kaum hawa yang membicarakan petualangan cintanya dengan Nabi Yusuf as.

Ketika para tamu undangan telah hadir, isteri menteri itu memanfaatkan acara itu untuk menunjukkan seorang pemuda yang paling tampan dan mengagumkan. Perlu diketahui, bahwa undangan tersebut hanya untuk wanita saja, sehingga para wanita lebih leluasa dan lebih bebas dalam bercerita dan mengobrol. Para undangan itu duduk dan bersandar di batanal-bantal sambil menikmati makanan dan minuuman. Pesta jamuan terus berlangsung dengan hidangan yang istimewa dan minuman yang dingin sangat yang menyenangkan .

 Selain menikmati makanan, mereka juga penuh dengan obrolan dan canda tawa. Namun setiap wanita itu sengaja menahan agar tidak sampau membicarakan tentang Nabi Yusuf as. Mereka sebenarnya mengetahui semua kejadian antar Isteri menteri dan Nabi Yusuf as. Namun mereka tidak ingin membicarakan untuk memberikan sikap sopan kepada tuan rumah, dan bersikap seolah olah tidak tahu menahu soal itu. Itulah aturan yang biasa dipegang oleh masyarakat elit ketika itu.

 Namun zulaikha justru membuka persoalan  itu ke pada para tamu undangan, ia mengtaakan : Aku mendengar ada wanita wanita yang mengatakan bahwa aku jatuh cinta pada pemuda yang bernama Yusuf” Setelah mengatakan itu, tiba tiba muncul keheningan yang menyelimuti meja makan itu, tangan tangan para undangan pun tiba tiba berhenti bergerak. Isteri menteri itu benar benar nggunakan kesmepatan itu. Ia bercerita sambil memerintahkan para pembantunya untuk menghadirkan apel. Lalu dengan nada serius  mengatakan “Aku mengakui bahwa memang Yusuf pemuda yang mengagumkan. Aku tidak mengingkari bahwa aku benar-benar mencintainya, dan aku telah mencintainya sejak dulu.”  Kemudian wanita-wanita itu mulai mengupas apel. Ketika itu perbada di Mesir telah mencapai puncak, dimana gaya hidup mewah menghiasai istiana-istana.

 Pengakuan dari iseri Menteri itu menimbulkan suatu kedamaian umum di ruanga itu. Jika isteri menteri saja mengakui bahwa ia memang jatuh cinta pada Nabi Yusuf asm maka pada gilirannya mereka pun berhak untuk mencintainya. Meskipun demikian, mereka mengisyaratkan bahwa seharusnya isteri menfteri tidak cenderung pada Nabi Yusuf as justrua ia harus menjadi tempat cinta. Seharusnya ia yang dikejar lelaki, bukan sebaliknya. Isteri menteri itu mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar Nabi Yusuf as masuk ke dalam ruangan itu.

 Nabi Yusuf yang dipanggil oleh majikannya pun datang masuk.  Para tamu atau kaum wanita saat itu masih mengupas buah, dan belum lama Nabi Yusuf as memasuki ruangan itu sehingga terjadilah apa yang dibayangkan oleh isteri menteri. Tamu-tamu wanita itu tiba tiba membisa. Sungguh mereka tercengang ketika menyaksikan wajah yang bercahaya yang menampilkan ketampanan yang luar biasa, ketampanan malaikat. Para tamu wanita itu terdiam dan mereka bertakbir, dan pada saat yang sama mereka terus memotong buah yang mereka pegang. Di saat yang sama mata terus tertuju hanya pada Nabi Yusuf as, mereka pun tidak ada yang melihat buah yang sedang mereka potong, sehingga wanita wanita itu justru memotong tangannya sendiri namun mereka tidak merasakan bahwa tangan mereka terpotong. Kehadiran Nabi Yusuf as sungguh sangat mengagumkan, sampai sampai tidak merasakan sakit dan keluar darah ketika tangan mereka terpotong.

 Kemudian tiba tiba isteri menteri itu berdiri dan berkata : “Inilah dia orang yang menaklukkan aku karena daya tariknya. Memang tidak aku pungkiri bahwa aku pernah merayunya dan menggodanya untuk diirku. Di hadapan kalian ada handuk putih untuk membalut luka. Sungguh kalian telah dikuasai oleh Yusuf, maka lihatlah apa yang terjadinya pada tangan-tangan kalian” Kemudian pandangan para wanita itu tertuju ke arah jari jari mereka yang terpotong oleh pisau yang tajam namun tidak merasakan.

 Nabi Yusuf melihat ke arah bawah (tanah) atau mengarahkan pandangannya ke depan tanpa ada maksud tertentu, tetapi ketika disebut ada darah yang keluar dari sekitar tempat jamuan itu, maka ia pun melihat ke arah tempat jamuan itu. Nabi Yusuf as dikejutkan dengan adanya darah yang mengalir di sekitar buah apel yang keluar dari jari-jari wanita itu. Nabi Yusuf as pun segera mendatangkan perban dan air seperti biasa yang dilakukan pemuda yang bekerja di sitana. Isteri menteri berkata saat Nabi Yusuf as membalut luka yang diderita oleh para wanita : “Sungguh aku telah menggodanya namun ia mampu menahan dirinya. Jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina”

 Yusuf berdiri di tengah-tengah ujian yang berat ini dengan penuh keheranan :  “Yusuf berkata : “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (emenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh” (Qs : 12 : 33)

 Semua wanita yang ikut serta dalam undangan itu mencoba merayu Nabi Yusuf as dengan menggunakan lirikan, gerakan gerakan tertentu, atau syarat, atau dengan bahasa yang jelas. Yusuf memohon pertolongan kepada Allah yang maha bijaksana agar ia diselamatkan dari pitu daya mereka. Ia berdoa kepada Allah sebagai seorang manusia yang memiliki nafsu dan tidak terpedaya dengan kemaksumannya dan keNabiannya. Ia berdoa kepada Allah agar memalingkan tipu daya mereka darinya sehingga ia tidak cenderung kpada mereka dan kemudian orang orang yang bodoh. Allah mengambulkan doanya. Kemudian jari-jari wanita yang terputus mulai merasakan kesakitan, dan Nabi Yusuf meninggalkan ruang makanan itu. Setiap wanita sibuk membalut lukanya dan mereka berfikir tentang alasan apa yang akan mereka sampaikan ketika ditanya oleh suami mereka mengenai luka pada tangan mereka?

Selanjutnya para wanita mulai membicarakan Nabi Yusuf as, tentang pengaruhnya, kewibawaannya dan kemuliannya. Mereka mulai bercerita bagaimana mereka dengan tanpa sengaja memotong tangan mereka sendiri ketika melihat Nabi Yusuf. Selanjutnya berita heboh itupun mulai tersebar dari kalangan atas ke kalangan bahwa. Semakin banyak manusia yang mulai membicarakan sosok pemuda yang menolak keinginan isteri seorang ketua menteri dan isteri-isteri dari para menteri memotong tangan mereka karena terlalu terpesona oleh ketampanan Yusuf. Andai saja berita itu hanya diketahui oleh kalangan terbatas tentuya tidak banyak orang memperhatikan berita itu. Namun berita itu talah menyebar dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Sehingga membuat penguasa merasa gusar. yang pada akhirnya menyebabkan nabi yusuf dimasukkan penjara.

Itulah Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha masih ada lanjutan cerita nabi yusuf yaitu kisah yang menceritakan nabi yusuf masuk penjara.  dengan tabah menjalani segala cobaan, selah beberapa tahun di penjara, oleh Allah derajatnya diangkat ia dijadikan menteri.

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen

Keajaiban yang berlaku sewaktu kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kedatangan Baginda telah disebutkan di dalam tiga buah kitab Samawi sebelum Al-Quran diturunkan lagi. Kelahiran Nabi Muhammad S.A.W pada tarikh 12 Rabiulawal, Hari Isnin bersamaan tahun 20 April 571 Masihi, tahun Gajah di Makkatul Mukarramah, semasa 4 tahun pemerintahan Raja Kisra Anu Syirwan (Raja Parsi).

Peristiwa ajaib yang berlaku ke atas Nabi Muhammad S.A.W disebut sebagai Irhas. Irhas bermaksud satu perkara luar biasa bagi manusia normal dan hanya diberikan kepada bakal nabi sahaja. Irhas dikategorikan kepada tiga iaitu:

  • Irhas yang dinyatakan di dalam kitab yang tidak boleh diubah atau dipinda;
  • Alamat-alamat kerasulan yang dibuktikan melalui perkhabaran daripada orang alim melalui ilham dan sebagainya; dan
  • Kejadian luar biasa yang berlaku semasa kelahiran Nabi dan Rasul.

Sebelum Rasulullah S.A.W. dilahirkan

  • Kehamilan Siti Aminah disedari melalui perkhabaran malaikat yang datang kepadanya melalui mimpi ketika beliau sedang tidur. Kemudian para malaikat berdiri di hadapannya dan berkata “Khabar gembira untuk kamu, wahai ibu kepada seorang nabi, putera kamu ini penolong dan pembebas manusia, namakan dia Ahmad.” Ketika mengandungkan Nabi Muhammad, ibunya tidak berasa sakit seperti ibu-ibu lain yang sedang mengandung.
  • Tanah-tanah di persekitaran kawasan rumah ibunya yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat.

Semasa Rasulullah S.A.W. dilahirkan

  • Ibu Nabi Muhammad menyaksikan cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria, menyerupai anak panah, bagaikan pelangi di langit, boleh dilihat walaupun dari kota-kota yang jauh. Ada juga yang menggambarkan cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia.
  • Semasa kelahirannya juga baginda dalam keadaan terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Nabi Muhammad yang mulia itu juga lahir dalam keadaan sudah berkhatan dan tidak mempunyai lebihan tali pusat. (dalil)
  • Berhala-berhala yang terdapat di persekitaran secara tiba-tiba rosak dan musnah. Riwayat daripada Abdul Muttalib, “Ketika aku sedang berada di Kaabah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata: “Telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui.” 
  • Gegaran di istana Kisra (Parsi) menyebabkannya 14 tiang serinya runtuh. Raja Kisra memanggil ahli nujumnya untuk meramalkan apa yang telah terjadi. Mereka memberitahu telah lahir seorang nabi dan runtuhnya 14 tiang itu menandakan hanya tinggal 14 orang lagi pewaris raja yang akan memerintah Parsi. Akan tetapi raja Kisra mengambil remeh kerana 14 keturunan itu dianggap suatu tempoh yang masih panjang. Umat Islam dilarang untuk mempercayai ramalan itu kerana sebelum kelahiran nabi Muhammad S.A.W, peramal menggunakan khidmat syaitan untuk mencuri berita dari langit. Akan tetapi dengan kuasa Allah, terjadinya perebutan kuasa di kalangan pewaris Kisra sehingga mereka berbunuh sesama sendiri dan dalam masa 4 tahun sahaja, 10 pemerintah telah bertukar ganti. Pemerintah yang terakhir telah mati ketika kaum muslimin menakluk Parsi di bawah pemeritahan Umar R.A.
  • Api yang disembah oleh orang-orang Majusi di negara Parsi, yang dikatakan tidak pernah padam selama seribu tahun, telah padam dengan sendirinya di seluruh negara dan tidak dapat dihidupkan lagi.
  • Air Tasik Sava di Parsi yang dianggap suci telah tenggelam ke dalam tanah. Tasik ini dianggap suci dan disembah dengan upacara korban dan sebagainya. Tasik itu kemudiannya telah dilupakan oleh penduduk setempat. 

Selepas Rasulullah S.A.W. dilahirkan

  • Kerap berlaku kejadian tahi bintang (shooting star) menjadi tanda tamatnya pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara ghaib.
  • Setelah Halimatus Sa’diah (ibu angkat dan ibu susuan) membawa Rasulullah ke ladangnya di pergunungan, ladang-ladang Halimah kembali menghijau setelah mengalami kemarau. Binatang ternakan seperti kambing mengeluarkan susu yang banyak.
  • Nabi tidak pernah diganggu walaupun oleh seekor lalat termasuk juga pakaian baginda. Halimatus Sa’diah dan suaminya beberapa kali terlihat tompokan awan kecil berada di atas kepala Rasulullah seolah-olah ingin melindungi Rasulullah daripada panas matahari.
  • Ketika Nabi berumur empat tahun, sewaktu Baginda sedang bermain-main dengan saudara susuannya, datang malaikat Jibril dan Mikail, lalu membelah dada dan mengeluarkan segumpal darah dari dada baginda. Gumpalan darah itu dicuci dengan salji. Ada yang meriwayatkan bahawa gumpalan darah itu dicuci di dalam bekas air emas dengan air zam-zam, lalu diletakkan semula di tempatnya. Hal ini jelas diterangkan dalam surah Insyirah ayat 1 : Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (wahai Muhammad)?

Ini hanyalah sebahagian daripada kelebihan dan kejadian unik yang terjadi kepada Baginda Rasulullah S.A.W. Banyak lagi yang kita dapat ketahui melalui hadith sahih dan juga sirah Islam yang telah dicatatkan.

Marilah kita sama-sama memberikan salam dan salawat kepada manusia terbaik yang pernah wujud atas muka bumi ini.

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen