fbpx

Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha – Para Wanita terpotong tangannya.

Allah Yang Maha kuasa menguatkan Nabi Yusuf as di muka bumi. Setelah dibuang disumur dan dijual di pasar ia kemudian tinggal di rumah seorang pria yang berkuasa dan Allah SWT akan mengajarinya takwil mimpi. Hari demi hari berlalu. Nabi Yusuf as pun semakin tumbuh menjadi dewasa.  Nabi Yusus as oleh Allah diberi kemampuan untuk mengendalikan suatu masalah dan ia diberi pengetahuan tentang kehidupan dan peristiwa peristiwanya. Ia juga diberi kemampuan berdialog yang dapat menarik simpati orang yang mendengarnya. Nabi Yusuf as diberi kemuliaan sehingga ia menjadi pribadi yang agung dan tak tertandingi.  Tuannya mengetahui bahwa Allah SWT memuliakannya dengan mengiim Nabi Yusuf as padanya. Ia mengetahui bahwa Nabi Yusuf memiliki kejujuran, kemuliaan, dan istiqamah (keteguhan) lebih dari siapaun yang  pernah ia temui dalam selama hidupnya. Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha

Sementara itu, Zulaikha atau isteri  Al-Azis selalu mengaawasi Nabi Yusuf as. Ia duduk disampingnya dan berbincang-bincang bersamanya. Ia mengamati kejernihan mata Nabi Yusuf as. Lalu ia bertanya kepadanya dan mendengarkan jawaban dan Nabi Yusuf as. Akhirnya, kekagumannya semakin bertambah pada Nabi Yusuf as.

Al Qur an tidak menyebut sedikit pun tentang berapa usia wanita itu dan berapa usia Yusuf. Kita dapat mengamati hal itu hanya dengan perkiraan. Ia menghadirkan Yusuf saat beliau masih kecil dari sumur. Dia adalah seorang isteri yang misalnya berusia dua puluh tiga tahun, lalu ia berusia tiga puluh enam, sementara Yusuf  berumur dua puluh lima tahun. Apakah peristiwa itu memang terjadi di usia ini? Boleh jadi memang demikian. Tidakan wanita itu dalam peristiwa itu dan peristiwa sesudahnya menunjukkan bahwa ia wanira yang sudah matang dan cukup berani. Peristiwa yang diungkapkan oleh Al Qur an al kami ini merupakan puncak dari perisitwa peristiwa yang lalu.

Zulaikha jatuh cinta pada Nabi Yusuf

Zulaikah sang isteri Al Azis sangat mencintai Nabi Yusuf as. Ia merayunya dengan  terang terangan. Nabi Yusuf as yang telah terdiidik di istana seorang menteri besar di mesir dengan lingkungan yang mewah dan dikelilingi wanita yang cantik, di rayu oleh Zulaika dengan rayuan yang umumnya dilakukan oleh wanita pada laki-laki.

Meskipun telah dirayu oleh wanita yang sudah dirasuki nafsu, namun Nabi Yusuf as masih kuat ketaqwaannya. Sang wanita itu bosan karena sikap cuek dan tidak peduli Nabi Yusuf terhadapnya namun menganggap sikap Nabi Yusuf tersebut pura pura, atau menjaga image saja. Ia pun mengubah cara menggoda bukan lagi dengan bahasa isyarat, namun dengan menggoda yang lebih terang terangan. Wanita itu menutup semua pintu dan melupakan rasa malunya, kemudian ia mengunggapkan rasa cintanya Nabi Yusuf as.

 Nabi Yusuf as merupakan salah satu hamba Alla yang ikhlas, maka ia akan tersucikan dari berbagai dosa. Namun bukan berarti bahwa Nabi Yusuf as tidak memiliki nafsi sebagai seorang lelaki dan selain itu bahwa Nabi Yusuf bukan seperti malaikat yang tidak terpengaruh oleh rasa duniawi. Godaan dari wanita itu merupakan godaan yang cukup berat, namun beliu mampu untuk melawannya, karena jiwanya tidak cenderung pada nafsunya.  Kemuan atas izin Allah, jiwanya dibimbing dan ditenangkan karena ketakwaannya yang mampu melihat tanda-tanda kebenaran dari Tuhannya. Apalagi Nabi Yusuf as adalah putera Nabi Ya’qub as, seorang Nabi, Putera dari Ibhraim, yang merupakan kakek dari para Nabi dan kekasih Allah SWT.

Terjadilan pergelutan antara mereka berdua. Percakapan telah berubah dari basa lisan menuju bahasa tangan. Zulaikha  mengulurkan tangannya kepada Yusuf dan berusaha untuk memeluknya. Nabi Yusus as berputar dalam keadaan pucat wajahnya dan berlari menuju ke pintu. Lalu ia dikejar oleh wanita itu dan wanita itu menarik-narik pakaiannya. Keduanya sampai ke pintu. Namun tiba tiba itu terbuka, suaminya dan salah satu kerabatnya ada di muka pintu yang terbuka itu.

Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha

Setelah melihat suaminya ada di hadapannya, ia segera menggunakan kelicikannya. Saat itu tampak jelas bahwa sedang terjadi pergelutan. Nabi Yusuf as tampak gemetar dengan penuh rasa malu dan butiran-butiran keringat mengalir dari keningnya. Sebelum suaminya membuka mulut untuk memulai pembicaraan, wanita yang sebelumnya merayu Nabi Yusuf as itu mendahului berbicara dengan melontarkan tuduhan kepada Nabi Yusuf as, seperti yang diterangkan dalam Al Qur’an berikut ini :

 “Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata : “apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih” (Qs : 12 : 25)

 Wanita itu menuduh Nabi Yusuf as telah merayunya. Ia mengatakan bahwa Yusuf berusaha memperkosanya. Nabi Yusuf asmemandangi wanita itu dengan kepolosan dan kesabaran.  Sebenarnya Nabi Yusuf as berusaha menyembunyikan rahasia wanita itu namun ketika ia mulai menuduh Nabi Yusuf as terpaksa membela diri.

 Yusuf berkata : “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)” dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksian : “Jika baju gamis koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusata. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itu yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar” (Qs 12 : 26 – 27)

Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha – Kini giliran si suami menunjukkan reaksinya. Kami kira ia berkata : “Pelankanlah suara kalian berdua. Sesungguhnya di rumah ini terdapat banyak budak dan pembantu. Ini adalah masalah khusus”. Kepala menteri itu adalah seorang tua yang terkan tenang dan tidak gampang emosi. Kemudian kepala menteri itu duduk dan mulai mengusut kejadian itu. Ia bertanya kepada isterinya dan juga bertanya kepada Yusuf. Kemudian orang yang ada di dekat wanita itu berkata : “Sesungguhnya kunci persoalan ini terletak pada pakaian Yusuf. Jika pakaiannya robek dari depan, maka berati Yusuf memang ingin memperkosanya. Wanita itu akan merobek pakaian Yusuf untuk mempertahankan dirinya”

 Si suami berkata : “Lalu bagaimana jika pakaiannya robek dari belakang”. Seorang penengah dari keluargannya berkata : “Maka ini berarti wanita itu yang merayunya. Jadi kunci dari peristiwa ini ada pada pakaian Yusuf”. Akhirnya, pakaian itu berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Kemudian seorang penengah dari keluarga mengamati robek dari belakang. Selanjutnya, kepala menteri itu pun melihatnya dan ia juga menemui bahwa pakaian itu robek dari belakang. Sehingga secara langsung tuduhan itu malah berbalik kepada si isteri.

 Ketika sang suami memastikan penghianatan isterinya, ia tampak begitu tenang dan tidak menunjukkan emosi yang berlebihan seperti kebanyakan orang, bahkan ia tidak sampai berteriak dan tidak marah. Jabatan menteri yang disandangnya memaksa untuk bersikap penuh ketenangan dan kelembutan ketika menghadapi suatu persoalan.

 “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar”. Ia menegaskan bahwa tipu daya perempuan umumnya sangat besar (berbahaya).

 Kemudian ia menoleh pada Nabi Yusuf as, dan kemudian si suami merasa bahwa ia belum mengatatakan sesuatu pun kepada isterinya selain pertanyaan yang berhubungan dengan tipu daya kaum wanita secara umum. Ia ingin berkata kepada isterinya tentang sesuatu yang khusus. Ia berusaha untuk bersikap keras pada isterinya tetapi kekerasan itu berakhir dengan kelembutan yang terwujud dalam ucapannya :

 “(hai) Yusuf : “Berpalinglah dari masalah ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah”

 Setelah pernyataan yang pertama dan nasihat yang terakhir, si suami mengakhiri masalah tersebut, lalu Nabi Yusuf as pun pergi. Tuan rumah itu tidak meminta perincian peristiwa yang terjadi antara iserinya dan pemuda yang mengabdi kepadanya. Yang ia minta adalah agar pembicaraan itu ditutup sampai di sini saja.

 Kisah para wanita terpotong tangannya ketika melihat nabi yusuf as

 Masalah mengenai isteri menteri yang menggoda Yusuf  ternyata tidak bisa ditutup untuk kalangan terbatas. Meskipun terjadi di kalangan masyarakat yang terpandang tidak dapat begitu saja ditutup. Sehingga masalah yang niatnya tidak untuk diketahui orang banyak itu tersebar ke mana-mana. Peristiwa itu tersebar dari satu istana ke istana istana penguasa saa itu. Kemudian wanita-wanita yang tinggal di istana itu mulai ram-ramai menjadikan bahan pembicaraan. Beberapa saat kemudian kejadian itupun tersebar ke penjuru kota.

 Sehingga pada akhirnya berita tersebut pindah dari satu mulu ke mulut lainnya, dari satu rumah ke rumah lainnya sehingga sampailah berita yang memalukan itu sampai di terlinga isteri Al Azis atau menteri. Ia pun ingin membuat pembelaan diri dengan mengundang para isteri-isteri pembesar lainnya untuk datang ke rumahnya, untuk dijamu dengan makanan dan minuman.

 Isteri AL Aziz yang sebelumnya pernah menggoda Nabi Yusuf ini terdiam sebentar, seperti sedang berfikir. Kemudian ia menetapkan sesuatu dan memerintahkan untuk mendatagkan para juru masak. Para juru masak pun datang ke istana. Ia membertahu kepada mereka bahwa ia akan menyiapakan suatu jamian besar di istana. Ia telah menentukan berbagai macam hidangan dan minumannya. Kemudian ia memerintahkan agar meletakkan pisau pisau yang tajam di sebelah buah apel yang dihidangkan, dan juga diletakkan kain putih di sebelah wadah atau piring-piring yang ada ada apelnya, juga diletakkan batal-bantal yang memang ketika itu menjadi tradisi di masyarakat timur. Selanjutnya ia membuat undangan untuk para kaum hawa yang membicarakan petualangan cintanya dengan Nabi Yusuf as.

Ketika para tamu undangan telah hadir, isteri menteri itu memanfaatkan acara itu untuk menunjukkan seorang pemuda yang paling tampan dan mengagumkan. Perlu diketahui, bahwa undangan tersebut hanya untuk wanita saja, sehingga para wanita lebih leluasa dan lebih bebas dalam bercerita dan mengobrol. Para undangan itu duduk dan bersandar di batanal-bantal sambil menikmati makanan dan minuuman. Pesta jamuan terus berlangsung dengan hidangan yang istimewa dan minuman yang dingin sangat yang menyenangkan .

 Selain menikmati makanan, mereka juga penuh dengan obrolan dan canda tawa. Namun setiap wanita itu sengaja menahan agar tidak sampau membicarakan tentang Nabi Yusuf as. Mereka sebenarnya mengetahui semua kejadian antar Isteri menteri dan Nabi Yusuf as. Namun mereka tidak ingin membicarakan untuk memberikan sikap sopan kepada tuan rumah, dan bersikap seolah olah tidak tahu menahu soal itu. Itulah aturan yang biasa dipegang oleh masyarakat elit ketika itu.

 Namun zulaikha justru membuka persoalan  itu ke pada para tamu undangan, ia mengtaakan : Aku mendengar ada wanita wanita yang mengatakan bahwa aku jatuh cinta pada pemuda yang bernama Yusuf” Setelah mengatakan itu, tiba tiba muncul keheningan yang menyelimuti meja makan itu, tangan tangan para undangan pun tiba tiba berhenti bergerak. Isteri menteri itu benar benar nggunakan kesmepatan itu. Ia bercerita sambil memerintahkan para pembantunya untuk menghadirkan apel. Lalu dengan nada serius  mengatakan “Aku mengakui bahwa memang Yusuf pemuda yang mengagumkan. Aku tidak mengingkari bahwa aku benar-benar mencintainya, dan aku telah mencintainya sejak dulu.”  Kemudian wanita-wanita itu mulai mengupas apel. Ketika itu perbada di Mesir telah mencapai puncak, dimana gaya hidup mewah menghiasai istiana-istana.

 Pengakuan dari iseri Menteri itu menimbulkan suatu kedamaian umum di ruanga itu. Jika isteri menteri saja mengakui bahwa ia memang jatuh cinta pada Nabi Yusuf asm maka pada gilirannya mereka pun berhak untuk mencintainya. Meskipun demikian, mereka mengisyaratkan bahwa seharusnya isteri menfteri tidak cenderung pada Nabi Yusuf as justrua ia harus menjadi tempat cinta. Seharusnya ia yang dikejar lelaki, bukan sebaliknya. Isteri menteri itu mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar Nabi Yusuf as masuk ke dalam ruangan itu.

 Nabi Yusuf yang dipanggil oleh majikannya pun datang masuk.  Para tamu atau kaum wanita saat itu masih mengupas buah, dan belum lama Nabi Yusuf as memasuki ruangan itu sehingga terjadilah apa yang dibayangkan oleh isteri menteri. Tamu-tamu wanita itu tiba tiba membisa. Sungguh mereka tercengang ketika menyaksikan wajah yang bercahaya yang menampilkan ketampanan yang luar biasa, ketampanan malaikat. Para tamu wanita itu terdiam dan mereka bertakbir, dan pada saat yang sama mereka terus memotong buah yang mereka pegang. Di saat yang sama mata terus tertuju hanya pada Nabi Yusuf as, mereka pun tidak ada yang melihat buah yang sedang mereka potong, sehingga wanita wanita itu justru memotong tangannya sendiri namun mereka tidak merasakan bahwa tangan mereka terpotong. Kehadiran Nabi Yusuf as sungguh sangat mengagumkan, sampai sampai tidak merasakan sakit dan keluar darah ketika tangan mereka terpotong.

 Kemudian tiba tiba isteri menteri itu berdiri dan berkata : “Inilah dia orang yang menaklukkan aku karena daya tariknya. Memang tidak aku pungkiri bahwa aku pernah merayunya dan menggodanya untuk diirku. Di hadapan kalian ada handuk putih untuk membalut luka. Sungguh kalian telah dikuasai oleh Yusuf, maka lihatlah apa yang terjadinya pada tangan-tangan kalian” Kemudian pandangan para wanita itu tertuju ke arah jari jari mereka yang terpotong oleh pisau yang tajam namun tidak merasakan.

 Nabi Yusuf melihat ke arah bawah (tanah) atau mengarahkan pandangannya ke depan tanpa ada maksud tertentu, tetapi ketika disebut ada darah yang keluar dari sekitar tempat jamuan itu, maka ia pun melihat ke arah tempat jamuan itu. Nabi Yusuf as dikejutkan dengan adanya darah yang mengalir di sekitar buah apel yang keluar dari jari-jari wanita itu. Nabi Yusuf as pun segera mendatangkan perban dan air seperti biasa yang dilakukan pemuda yang bekerja di sitana. Isteri menteri berkata saat Nabi Yusuf as membalut luka yang diderita oleh para wanita : “Sungguh aku telah menggodanya namun ia mampu menahan dirinya. Jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina”

 Yusuf berdiri di tengah-tengah ujian yang berat ini dengan penuh keheranan :  “Yusuf berkata : “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (emenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh” (Qs : 12 : 33)

 Semua wanita yang ikut serta dalam undangan itu mencoba merayu Nabi Yusuf as dengan menggunakan lirikan, gerakan gerakan tertentu, atau syarat, atau dengan bahasa yang jelas. Yusuf memohon pertolongan kepada Allah yang maha bijaksana agar ia diselamatkan dari pitu daya mereka. Ia berdoa kepada Allah sebagai seorang manusia yang memiliki nafsu dan tidak terpedaya dengan kemaksumannya dan keNabiannya. Ia berdoa kepada Allah agar memalingkan tipu daya mereka darinya sehingga ia tidak cenderung kpada mereka dan kemudian orang orang yang bodoh. Allah mengambulkan doanya. Kemudian jari-jari wanita yang terputus mulai merasakan kesakitan, dan Nabi Yusuf meninggalkan ruang makanan itu. Setiap wanita sibuk membalut lukanya dan mereka berfikir tentang alasan apa yang akan mereka sampaikan ketika ditanya oleh suami mereka mengenai luka pada tangan mereka?

Selanjutnya para wanita mulai membicarakan Nabi Yusuf as, tentang pengaruhnya, kewibawaannya dan kemuliannya. Mereka mulai bercerita bagaimana mereka dengan tanpa sengaja memotong tangan mereka sendiri ketika melihat Nabi Yusuf. Selanjutnya berita heboh itupun mulai tersebar dari kalangan atas ke kalangan bahwa. Semakin banyak manusia yang mulai membicarakan sosok pemuda yang menolak keinginan isteri seorang ketua menteri dan isteri-isteri dari para menteri memotong tangan mereka karena terlalu terpesona oleh ketampanan Yusuf. Andai saja berita itu hanya diketahui oleh kalangan terbatas tentuya tidak banyak orang memperhatikan berita itu. Namun berita itu talah menyebar dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Sehingga membuat penguasa merasa gusar. yang pada akhirnya menyebabkan nabi yusuf dimasukkan penjara.

Itulah Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha masih ada lanjutan cerita nabi yusuf yaitu kisah yang menceritakan nabi yusuf masuk penjara.  dengan tabah menjalani segala cobaan, selah beberapa tahun di penjara, oleh Allah derajatnya diangkat ia dijadikan menteri.

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen

Keajaiban yang berlaku sewaktu kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kedatangan Baginda telah disebutkan di dalam tiga buah kitab Samawi sebelum Al-Quran diturunkan lagi. Kelahiran Nabi Muhammad S.A.W pada tarikh 12 Rabiulawal, Hari Isnin bersamaan tahun 20 April 571 Masihi, tahun Gajah di Makkatul Mukarramah, semasa 4 tahun pemerintahan Raja Kisra Anu Syirwan (Raja Parsi).

Peristiwa ajaib yang berlaku ke atas Nabi Muhammad S.A.W disebut sebagai Irhas. Irhas bermaksud satu perkara luar biasa bagi manusia normal dan hanya diberikan kepada bakal nabi sahaja. Irhas dikategorikan kepada tiga iaitu:

  • Irhas yang dinyatakan di dalam kitab yang tidak boleh diubah atau dipinda;
  • Alamat-alamat kerasulan yang dibuktikan melalui perkhabaran daripada orang alim melalui ilham dan sebagainya; dan
  • Kejadian luar biasa yang berlaku semasa kelahiran Nabi dan Rasul.

Sebelum Rasulullah S.A.W. dilahirkan

  • Kehamilan Siti Aminah disedari melalui perkhabaran malaikat yang datang kepadanya melalui mimpi ketika beliau sedang tidur. Kemudian para malaikat berdiri di hadapannya dan berkata “Khabar gembira untuk kamu, wahai ibu kepada seorang nabi, putera kamu ini penolong dan pembebas manusia, namakan dia Ahmad.” Ketika mengandungkan Nabi Muhammad, ibunya tidak berasa sakit seperti ibu-ibu lain yang sedang mengandung.
  • Tanah-tanah di persekitaran kawasan rumah ibunya yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat.

Semasa Rasulullah S.A.W. dilahirkan

  • Ibu Nabi Muhammad menyaksikan cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria, menyerupai anak panah, bagaikan pelangi di langit, boleh dilihat walaupun dari kota-kota yang jauh. Ada juga yang menggambarkan cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia.
  • Semasa kelahirannya juga baginda dalam keadaan terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Nabi Muhammad yang mulia itu juga lahir dalam keadaan sudah berkhatan dan tidak mempunyai lebihan tali pusat. (dalil)
  • Berhala-berhala yang terdapat di persekitaran secara tiba-tiba rosak dan musnah. Riwayat daripada Abdul Muttalib, “Ketika aku sedang berada di Kaabah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata: “Telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui.” 
  • Gegaran di istana Kisra (Parsi) menyebabkannya 14 tiang serinya runtuh. Raja Kisra memanggil ahli nujumnya untuk meramalkan apa yang telah terjadi. Mereka memberitahu telah lahir seorang nabi dan runtuhnya 14 tiang itu menandakan hanya tinggal 14 orang lagi pewaris raja yang akan memerintah Parsi. Akan tetapi raja Kisra mengambil remeh kerana 14 keturunan itu dianggap suatu tempoh yang masih panjang. Umat Islam dilarang untuk mempercayai ramalan itu kerana sebelum kelahiran nabi Muhammad S.A.W, peramal menggunakan khidmat syaitan untuk mencuri berita dari langit. Akan tetapi dengan kuasa Allah, terjadinya perebutan kuasa di kalangan pewaris Kisra sehingga mereka berbunuh sesama sendiri dan dalam masa 4 tahun sahaja, 10 pemerintah telah bertukar ganti. Pemerintah yang terakhir telah mati ketika kaum muslimin menakluk Parsi di bawah pemeritahan Umar R.A.
  • Api yang disembah oleh orang-orang Majusi di negara Parsi, yang dikatakan tidak pernah padam selama seribu tahun, telah padam dengan sendirinya di seluruh negara dan tidak dapat dihidupkan lagi.
  • Air Tasik Sava di Parsi yang dianggap suci telah tenggelam ke dalam tanah. Tasik ini dianggap suci dan disembah dengan upacara korban dan sebagainya. Tasik itu kemudiannya telah dilupakan oleh penduduk setempat. 

Selepas Rasulullah S.A.W. dilahirkan

  • Kerap berlaku kejadian tahi bintang (shooting star) menjadi tanda tamatnya pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara ghaib.
  • Setelah Halimatus Sa’diah (ibu angkat dan ibu susuan) membawa Rasulullah ke ladangnya di pergunungan, ladang-ladang Halimah kembali menghijau setelah mengalami kemarau. Binatang ternakan seperti kambing mengeluarkan susu yang banyak.
  • Nabi tidak pernah diganggu walaupun oleh seekor lalat termasuk juga pakaian baginda. Halimatus Sa’diah dan suaminya beberapa kali terlihat tompokan awan kecil berada di atas kepala Rasulullah seolah-olah ingin melindungi Rasulullah daripada panas matahari.
  • Ketika Nabi berumur empat tahun, sewaktu Baginda sedang bermain-main dengan saudara susuannya, datang malaikat Jibril dan Mikail, lalu membelah dada dan mengeluarkan segumpal darah dari dada baginda. Gumpalan darah itu dicuci dengan salji. Ada yang meriwayatkan bahawa gumpalan darah itu dicuci di dalam bekas air emas dengan air zam-zam, lalu diletakkan semula di tempatnya. Hal ini jelas diterangkan dalam surah Insyirah ayat 1 : Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (wahai Muhammad)?

Ini hanyalah sebahagian daripada kelebihan dan kejadian unik yang terjadi kepada Baginda Rasulullah S.A.W. Banyak lagi yang kita dapat ketahui melalui hadith sahih dan juga sirah Islam yang telah dicatatkan.

Marilah kita sama-sama memberikan salam dan salawat kepada manusia terbaik yang pernah wujud atas muka bumi ini.

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen

Kisah Nabi Sulaiman Berkeinginan Memberi Makan Semua Makhluk Bumi

Nabi Sulaiman AS adalah salah satu nabi yang diutus oleh Allah. Beliau diberi kelebihan lain dibandingkan dengan nabi lainnya, yaitu diberi kekayaan yang melimpah. Konon, kekayaan orang-orang terkaya di dunia sekarang jika disatukan tidak akan mampu menandingi kekayaan Nabi Sulaiman.

Walau diberi harta yang melimpah, Nabi Sulaiman tetap seorang hamba yang taat dan beriman kepada Allah. Dia tidak sombong atau pelit dengan kekayaan yang dimiliknya. Bahkan hingga suatu ketika, Nabi Sulaiman berkeinginan dan merasa mampu memberi makan semua makhluk hidup di Bumi ini, termasuk hewan di darat, laut dan udara.

Kisah tersebut diceritakan dalam Kitab Durrotun Naashihiin Fii Al-Wa’izhin Wa Al-Irsyad, karya Syekh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khowbawiy. Beliau merupakan ulama yang hidup pada tahun 13 Hijriyah.

Nabi Sulaiman pernah memohon kepada Allah untuk mengizinkannya memberi makan semua makhluk hidup di bumi. Namun Allah tidak langsung mengabulkan doa Nabi Sulaiman dan menjawab, “Sungguh, engkau (Nabi Sulaiman) tidak akan mampu.”

Namun, Nabi Sulaiman tidak menyerah begitu saja, beliau kembali mengajukan permohonan kepada Allah, hingga akhirnya Allah mengabulkan doa Nabi Sulaiman untuk memberi makan seluruh makhluk hidup di dunia ini.

Setelah itu, mulailah Nabi Sulaiman memerintahkan para pasukannya, mulai dari manusia, hingga jin untuk memberitahu kepada seluruh makhluk hidup di bumi untuk menghadiri undangan jamuan makannya.

Menurut cerita dalam kitab tersebut, makanan yang disajikan Nabi Sulaiman memiliki panjang setara dengan satu bulan perjalanan, begitupun dengan lebarnya. Lalu Allah bertanya kepada Nabi Sulaiman, “Makhluk manakah yang akan memulai (memakan hidangan yang kamu sediakan)?” Nabi Sulaiman menjawab, “Mereka yang mendarat di darat dan di laut.”

Kemudian dengan kekuasan-Nya, Allah memerintahkan satu makhluk besar dari golongan ikan untuk pertama kali menyantap makanan yang disajikan Nabi Sulaiman.

Alangkah terkejutnya Nabi Sulaiman ketika melihat satu ikan besar itu melahap semua hidangan yang sudah disediakannya. Ikan itu kemudian berkata, “Hai Sulaiman, kenyangkanlah perutku, kini aku masih merasa lapar.”

Seketika itu pula, Nabi Sulaiman langsung bersujud sambil menangis kepada Allah memohon ampunan karena merasa sombong dan merasa mampu memberi makan semua makhluk hidup. Satu ikan saja ternyata masih belum cukup.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Sulaiman ini mengingatkan kita bahwa Allah itu benar-benar Maha Kaya, dan tidak ada yang bisa menandingi kekayaan Allah SWT. Bahkan, kekayaan Nabi Sulaiman saja tidak sanggup untuk membuat kenyang satu ekor ikan pun yang merupakan makhluk ciptaan Allah.

Sementara Allah setiap harinya memberikan rezeki dan makanan kepada semua makhluk hidup yang tak tertinggi jumlahnya.

Jadi, kenapa kita pula yang sombongkan diri di depan Allah?

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen

Kisah Pertanyaan Putri Imam Ahmad terhadap Imam Syafi'i

Dikisahkan bahwasanya imam Syafi’i suatu hari menziarahi imam Ahmad bin Hanbal di rumahnya, beliau berdua makan malam bersama, kemudian imam Syafi’i tidur di kamar yang sudah disiapkan.

Di pagi harinya putri imam Ahmad bin Hanbal bertanya kepada ayahnya, “ Wahai ayah, mohon maaf, apa beliau itu imam Syafi’i yang ayah sering memujinya ? “, imam Ahmad menjawab, “ betul wahai putriku, ada apa ? “. “ Maaf ayah, aku perhatikan darinya tiga perkara, pertama saat kami hidangkan makan malam, beliau makan sangat banyak sekali. Ketika beliau masuk kamar, beliau tidak bangun lagi untuk bangun malam. Ketika subuh tiba, beliau tidak wudhu untuk sholat dan langsung sholat tanpa berwudhu dulu “.

Maka imam Ahmad mengutarakan tiga hal itu kepada imam Syafi’i dan didengarkan juga oleh putri imam Ahmad. Maka imam Syafi’i menjawab :

“ wahai Ahmad, aku makan banyak karena aku tahu makananmu dari yang halal, dan engkau adalah orang yang dermawan, sedangkan makanan orang yang dermawan adalah obat dan makanan orang pelit adalah penyakit, maka aku makan bukanlah untuk kenyang, tapi untuk berobat dengan perantara makananmu itu. Dan semalam akuk tidak bangun malam, karena ketika aku meletakkan kepalaku untuk tidur, tampaklah di hadapanku lembaran-lembaran al-Quran dan Sunnah (maksudnya secara hafalan, red) maka aku dianugerahi oleh Allah dapat menyelesaikan masalah sebanyak 72 masalah dalam ilmu fiqih yang aku berharap dapat membawa manfaat untuk kaum muslimin, maka aku tidak ada kesempatan untuk sholat malam. Adapun aku tidak berwudhu dulu untuk sholat subuh berjama’ah, maka sungguh kedua mataku tadi malam sama sekali tidak tidur, semalaman penuh aku terjaga, maka aku sholat subuh dengan kalian masih menggunakan wudhu isya’ “. ( kitab, Aniisul Mukminin : 80)

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen

Shalahuddin Al Ayubi : Pahlawan Jerussalem

Kali ini kita akan bercerita tentang seorang laki-laki mulia dan memiliki peranan yang besar dalam sejarah Islam, seorang panglima Islam, serta kebanggaan suku Kurdi, ia adalah Shalahuddin Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadi atau yang lebih dikenal dengan Shalahuddin al-Ayyubi atau juga Saladin. Ia adalah seorang laki-laki yang mungkin sebanding dengan seribu laki-laki lainnya.

Asal dan Masa Pertumbuhannya

tikrit

Shalahuddin al-Ayyubi adalah laki-laki dari kalangan ‘ajam (non-Arab), tidak seperti yang disangkakan oleh sebagian orang bahwa Shalahuddin adalah orang Arab, ia berasal dari suku Kurdi. Ia lahir pada tahun 1138 M di Kota Tikrit, Irak, kota yang terletak antara Baghdad dan Mosul. Ia melengkapi orang-orang besar dalam sejarah Islam yang bukan berasal dari bangsa Arab, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, dan lain-lain.

Karena suatu alasan, kelahiran Shalahuddin memaksa ayahnya untuk meninggalkan Tikrit sehingga sang ayah merasa kelahiran anaknya ini menyusahkan dan merugikannya. Namun kala itu ada orang yang menasihatinya, “Engkau tidak pernah tahu, bisa jadi anakmu ini akan menjadi seorang raja yang reputasinya sangat cemerlang.”

Dari Tikrit, keluarga Kurdi ini berpindah menuju Mosul. Sang ayah, Najmuddin Ayyub tinggal bersama seorang pemimpin besar lainnya yakni Imaduddin az-Zanki. Imaduddin az-Zanki memuliakan keluarga ini, dan Shalahuddin pun tumbuh di lingkungan yang penuh keberkahan dan kerabat yang terhormat. Di lingkungan barunya dia belajar menunggang kuda, menggunakan senjata, dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai jihad. Di tempat ini juga Shalahuddin kecil mulai mempelajari Alquran, menghafal hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mempelajari bahasa dan sastra Arab, dan ilmu-ilmu lainnya.

Diangkat Menjadi Mentri di Mesir

Sebelum kedatangan Shalahuddin al-Ayyubi, Mesir merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Syiah, Daulah Fathimiyah. Kemudian pada masa berikutnya Dinasti Fathimiyah yang berjalan stabil mulai digoncang pergolakan di dalam negerinya. Orang-orang Turki, Sudan, dan Maroko menginginkan adanya revolusi. Saat itu Nuruddin Mahmud, paman Shalahuddin, melihat sebuah peluang untuk menaklukkan kerajaan Syiah ini, ia berpandangan penaklukkan Daulah Fathimiyyah adalah jalan lapang untuk membebaskan Jerusalem dari kekuasaan Pasukan Salib.

Nuruddin benar-benar merealisasikan cita-citanya, ia mengirim pasukan dari Damaskus yang dipimpin oleh Asaduddin Syirkuh untuk membantu keponakannya, Shalahuddin al-Ayyubi, di Mesir. Mengetahui kedatangan pasukan besar ini, sebagian Pasukan Salib yang berada di Mesir pun lari kocar-kacir sehingga yang dihadapi oleh Asaduddin dan Shalahuddin hanyalah orang-orang Fathimyah saja. Daulah Fathimiyah berhasil dihancurkan dan Shalahuddin diangkat menjadi mentri di wilayah Mesir. Namun tidak lama menjabat sebagai menteri di Mesir, dua bulan kemudian Shalahuddin diangkat sebagai wakil dari Khalifah Dinasti Ayyubiyah.

Selama dua bulan memerintah Mesir, Shalahuddin membuat kebijakan-kebijakan progresif yang visioner. Ia membangun dua sekolah besar berdasarkan madzhab Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini ia tujukan untuk memberantas pemikiran Syiah yang bercokol sekian lama di tanah Mesir. Hasilnya bisa kita rasakan hingga saat ini, Mesir menjadi salah satu negeri pilar dakwah Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni. Kebijakan lainnya yang ia lakukan adalah mengganti penyebutan nama-nama khalifah Fathimiyah dengan nama-nama khalifah Abbasiyah dalam khutbah Jumat.

Menaklukkan Jerusalem

Persiapan Shalahuddin untuk menggempur Pasukan Salib di Jerusalem benar-benar matang. Ia menggabungkan persiapan keimanan (non-materi) dan persiapan materi yang luar biasa. Persiapan keimanan ia bangun dengan membersihkan akidah Syiah bathiniyah dari dada-dada kaum muslimin dengan membangun madrasah dan menyemarakkakn dakwah, persatuan dan kesatuan umat ditanamkan dan dibangkitkan kesadaran mereka menghadapi Pasukan Salib. Dengan kampanyenya ini ia berhasil menyatukan penduduk Syam, Irak, Yaman, Hijaz, dan Maroko di bawah satu komando. Dari persiapan non-materi ini terbentuklah sebuah pasukan dengan cita-cita yang sama dan memiliki landasan keimanan yang kokoh.

crusade

Dari segi fisik Shalahuddin mengadakan pembangunan makas militer, benteng-benteng perbatasan, menambah jumlah pasukan, memperbaiki kapal-kapal perang, membangun rumah sakit, dll.

Pada tahun 580 H, Shalahuddin menderita penyakit yang cukup berat, namun dari situ tekadnya untuk membebaskan Jerusalem semakin membara. Ia bertekad apabila sembuh dari sakitnya, ia akan menaklukkan Pasukan Salib di Jerusalem, membersihkan tanah para nabi tersebut dari kesyirikan trinitas.

Dengan karunia Allah, Shalahuddin pun sembuh dari sakitnya. Ia mulai mewujudkan janjinya untuk membebaskan Jerusalem. Pembebasan Jerusalem bukanlah hal yang mudah, Shalahuddin dan pasukannya harus menghadapi Pasukan Salib di Hathin terlebih dahulu, perang ini dinamakan Perang Hathin, perang besar sebagai pembuka untuk menaklukkan Jerusalem. Dalam perang tersebut kaum muslimin berkekuatan 63.000 pasukan yang terdiri dari para ulama dan orang-orang shaleh, mereka berhasil membunuh 30000 Pasukan Salib dan menawan 30000 lainnya.

Setelah menguras energy di Hathin, akhirnya kaum muslimin tiba di al-Quds, Jerusalem, dengan jumlah pasukan yang besar tentara-tentara Allah ini mengepung kota suci itu. Perang pun berkecamuk, Pasukan Salib sekuat tenaga mempertahankan diri, beberapa pemimpin muslim pun menemui syahid mereka –insya Allah- dalam peperangan ini. Melihat keadaan ini, kaum muslimin semakin bertambah semangat untuk segera menaklukkan Pasukan Salib.

Untuk memancing emosi kaum muslimin, Pasukan Salib memancangkan salib besar di atas Kubatu Shakhrakh. Shalahuddin dan beberapa pasukannya segera bergerak cepat ke sisi terdekat dengan Kubbatu Shakhrakh untuk menghentikan kelancangan Pasukan Salib. Kemudian kaum muslimin berhasil menjatuhkan dan membakar salib tersebut. Setelah itu, jundullah menghancurkan menara-menara dan benteng-benteng al-Quds.

Pasukan Salib mulai terpojok, merek tercerai-berai, dan mengajak berunding untuk menyerah. Namun Shalahuddin menjawab, “Aku tidak akan menyisakan seorang pun dari kaum Nasrani, sebagaimana mereka dahulu tidak menyisakan seorang pun dari umat Islam (ketika menaklukkan Jerusalem)”. Namun pimpinan Pasukan Salib, Balian bin Bazran, mengancam “Jika kaum muslimin tidak mau menjamin keamanan kami, maka kami akan bunuh semua tahanan dari kalangan umat Islam yang jumlahnya hampir mencapai 4000 orang, kami juga akan membunuh anak-anak dan istri-istri kami, menghancurkan bangunan-bangunan, membakar harta benda, menghancurkan Kubatu Shakhrakh, membakar apapun yang bisa kami bakar, dan setelah itu kami akan hadapi kalian sampai darah penghabisan! Satu orang dari kami akan membunuh satu orang dari kalian! Kebaikan apalagi yang bisa engkau harapkan!” Inilah ancaman yang diberikan Pasukan Salib kepada Shalahuddin dan pasukannya.

Dome of The Rock atau Kubatu Shakhrakh
Dome of The Rock atau Kubatu Shakhrakh

Shalahuddin pun mendengarkan dan menuruti kehendak Pasukan Salib dengan syarat setiap laki-laki dari mereka membayar 10 dinar, untuk perempuan 5 dinar, dan anak-anak 2 dinar. Pasukan Salib pergi meninggalkan Jerusalem dengan tertunduk dan hina. Kaum muslimin berhasil membebaskan kota suci ini untuk kedua kalinya.

Shalahuddin memasuki Jerusalem pada hari Jumat 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187, kota tersebut kembali ke pangkuan umat Islam setelah selama 88 tahun dikuasai oleh orang-orang Nasrani. Kemudian ia mengeluarkan salib-salib yang terdapat di Masjid al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan mengembalikan kehormatan masjid tersebut.

Masjid al-Aqsha
Masjid al-Aqsha

Wafatnya Sang Pahlawan

Sebagaimana manusia sebelumnya, baik dari kalangan nabi, rasul, ulama, panglima perang dan yang lainnya, Shalahuddin pun wafat meninggalkan dunia yang fana ini. Ia wafat pada usia 55 tahun, pada 16 Shafar 589 H bertepatan dengan 21 Febuari 1193 di Kota Damaskus. Ia meninggal karena mengalami sakit demam selama 12 hari. Orang-orang ramai menyalati jenazahnya, anak-anaknya Ali, Utsman, dan Ghazi turut hadir menghantarkan sang ayah ke peristirahatannya. Semoga Allah meridhai, merahmati, dan  membalas jasa-jasa engkau wahai pahlawan Islam, sang pembebas Jerusalem.

Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan 

Dapatkan Pakej Umrah dari Travel Agensi Berlesen